Showing posts with label Perihal Puisi. Show all posts
Showing posts with label Perihal Puisi. Show all posts

Wednesday, March 26, 2008

Memikir Jauh Untuk Ummah

Bergelak gempita diulit hiburan
Hingga tergadai agama dan perjuangan
Ibu dan bapa juga nakkan hiburan
Nakkan sedikit dunia buang pensyari’atan
Tidak dengarkah tangisan bayi yang dibuang
Tidak nampakkah wanita berjalan bagaikan bertelanjang
Tidak sedarkah akidahMu di’hias’ dengan celaan
Tahu atau tidak tahu…????
Jangan buat-buat tak tahuAllah tahu apa yang engkau tahu


Wahai Da’ie,
Bangunlah dari kerusi empukmu
Dirimu layak hanya bertikar
Dimana semangat juangmu dulu
Dimana semangat takbirmu itu
Sudah dikabarkan kepadamu
Engkau hanyalah ‘kuli agama’
Ya..Kuli agama
Apakah tidak sedar dirimu wahai kuli?????
Dimana, agama dihina engkau disitu mempertahankannya
Dimana, agama dilaksana disitu engkau menjulangnya
Bangunlah memikirkan ummatmu
Sabarkan dulu nikmat DUNIA yang sekelumit
Pesankan pada dirimu dulu
NIkmat itu menanti dirimu
Di syurga sana
Masih ingat..?
Biar rebah jangan berubah?
Biar terbuang terus berjuang?

FITNAH..!!

Ku ingat pesan guruku
Ingin berjuang ‘alaika thalasah'
Kenderaanmu sebagai wasilah juangmu
Kediamanmu sebagai medan tarbiah dan melepas penatmu
Berkeluarga sebagai menjaga ilmumu
Hakikatnya semua pemudah dalam berjuang
Berjuang menuju Syahid
Menuju cintaNYA
Menuju RedhaNYA
Namun..Jika tiada semuanya untukmu
Itulah REDHO-NYA kepadaMu

Saturday, February 2, 2008

The Best For Us

ALLAH knows what is best for us
So why should we complain
We always want the sunshine
But He knows there must be rain


We always want laughter
and the merriment of cheer
but our heart will lose
their tenderness
If we never shed a tear

ALLAH tests us often
with suffering and sorrow
He tests us not to punish us
but to help us meet tomorrow

For growing trees are strenghtened
if they can with stand the storm
and the sharpness of the chisel
gave the marble its grace and form

ALLAH tests us often
and for every pain
He gives us
provided we are patient
Is followed by rich gain
So whenever we feel that
everything is going wrong
It is just ALLAH'S way to make our spirit strong

"Bisa saja kamu membenci sesuatu padahal hal itu baik untuk kamu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal hal itu buruk bagi kamu. Dan Allah-lah yang mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2:216)

Sumber : http://www.keampunanallah.blogspot/.

Bila Dahi Bertemu Sejadah

BILA DAHI BERTEMU SEJADAH,
TERASA KASIHNYA YANG MAHA ESA,
DALAM SUJUD KEHENINGAN PAGI,
MENAGIH KEAMPUNAN ILAHI..

BILA DAHI BERTEMU SEJADAH,
MENGIMBAU AKAN DOSA DAN NODA,
ADAKAH MASIH ADA PELUANG UNTUKKU,
KEMBALI KE JALANMU YA ALLAH...

BILA DAHI BERTEMU SEJADAH,
TERASA KERDILNYA DIRI,
LAHIR DARI SARIPATI YANG HINA,
MENGABDIKAN DIRI KEMBALI KE PANGKUANMU...

BILA DAHI BERTEMU SEJADAH,
HAMBAMU INI BERDOA KEPADAMU,
TETAPKANLAH IMAN HAMBAMU INI,
BERILAH PETUNJUKMU yang AGUNG,
AGAR BISA DIRI INI TAAT KEPADAMU....

BILA DAHI BERTEMU SEJADAH,
HATI INI MERINTIH KEHINAAN,
MASIHKAH ADA JIHAD DALAM DIRIKU,
SAAT SAUDARAKU DIROBEK KEKEJAMAN,
ADAKAH aku HANYA MANPU MELIHAT....

SEBELUM DAHIKU BERTEMU SEJADAH,
SUJUD MENGHARAP KEAMPUNANMU,
HAMPARKANLAH NUR HIDAYAHMU,
LUNTURKANLAH KEHINAAN HAMBAMU INI,
AGAR BISA KU BERDIRI DIHADAPANMU KELAK,
DENGAN PENUH rasa BANGGA MENJADI HAMBAMU YANG KAMIL...........

Sumber : nurofislam.blogspot.com/

Memikir Jauh Untuk Ummah

Bergelak gempita diulit hiburan
Hingga tergadai agama dan perjuangan
Ibu dan bapa juga nakkan hiburan
Nakkan sedikit dunia buang pensyari’atan
Tidak dengarkah tangisan bayi yang dibuang
Tidak nampakkah wanita berjalan bagaikan bertelanjang
Tidak sedarkah akidahMu di’hias’ dengan celaan
Tahu atau tidak tahu…????
Jangan buat-buat tak tahu
Allah tahu apa yang engkau tahu

Wahai Da’ie,
Bangunlah dari kerusi empukmu
Dirimu layak hanya bertikar
Dimana semangat juangmu dulu
Dimana semangat takbirmu itu
Sudah dikabarkan kepadamu
Engkau hanyalah ‘kuli agama’
Ya..Kuli agama
Apakah tidak sedar dirimu wahai kuli?????
Dimana, agama dihina engkau disitu mempertahankannya
Dimana, agama dilaksana disitu engkau menjulangnya
Bangunlah memikirkan ummatMU
Sabarkan dulu nikmat DUNIA yang sekelumit
Pesankan pada dirimu dulu
NIkmat itu menanti dirimu di syurga sana
Masih ingat..?
Biar rebah jangan berubah?
Biar terbuang terus berjuang?

FITNAH..!!
Ku ingat pesan guruku
Ingin berjuang ‘alaika thalasah
Kenderaanmu sebagai wasilah juangmu
KediamanMU sebagai medan tarbiah dan melepas penatmu
Berkeluarga sebagai menjaga ilmu MU
Hakikatnya semua permudah dalam berjuang
Berjuang menuju Syahid
Menuju cintaNYA dan menuju Redhanya
Namun..
Jika tiada semuanya untukmu
Itulah REDHO-NYA kepadaMu

Fa ‘indaka sakinah…

Sumber : aljanianji.blogspot.com

Checklist Urself

Hiasi interface wajah dengan menundukkan pandangan,
Jaga monitor pancaindera dengan perkakasan keimanan,
Defrage ketulan hati dengan asuhan Al-Quran dan zikrullah,
Scandisk amalan dengan uswatun hasanah,
Clean up partition dosa-dosa lama dengan taqarrub padaNya..

Scan virus hasutan iblis laknatullah dengan benteng iman dan keyakinan padaNya,
Refreshla kecintaan hakiki padaNya dengan segera dan selalu memohon keampunan NASUHA,
Copy, Cut dan Paste akhlak mulia sahabat beriman.
Restart lah kehidupan sementara yang
seakan-akan temporary internet files
yang sebelumnya dibelenggu cookies kejahatan dan noda
clear history lama dalam recycle bin dunia..
ayuh.. restartla atau ctrl + alt + delete
segala kegelapan jalan yang dilalui..
gantikan dengan sinar baru dengan restart dan
letakkan password admin IMAN sebagai benteng menghalang syaitan,
iblis dan nafsu yang bertopengkan kelembutan seorang user..
SEGERALAH..sebelum hayat hidup kita
di SHUTDOWN oleh Allah TANPA AMARAN...
Salam Maghrifah.. wa Taqarrub...

Sumber : http://www.hanan.com/.

Tuesday, January 29, 2008

Dahi cecah ke sejadah


Bersihkan dirimu sebelum kamu dimandikan
Berwudhuklah kamu sebelum kamu diwudhukkan
Bersolatlah kamu sebelum kamu disolatkan


Tutuplah auratmu sebelum auratmu ditutupkan dengan kain kafan yang serba putih
Pada waktu itu tidak guna lagi bersedih
Walaupun orang yang hadir itu merintih

Selepas itu kamu akan diletak di atas lantai lalu dilaksanakan solat jenazah
Dengan empat kali takbir dan satu salam berserta Fatihah
Selawat dan doa sebagai memenuhi tuntutan Fardhu Kifayah

Tapi apakah empat kali takbir itu dapat menebus segala dosa meninggalkan solat sepanjang hidup?

Apakah solat Jenazah yang tanpa rukuk dan sujud dapat membayar hutang rukuk dan sujudmu yang telah luput?
Sungguh tertipulah dirimu jika beranggapan demikian, justeru ku menyeru sekalian Muslimin dan Muslimat
Usunglah dirimu ke tikar solat sebelum kamu diusung ke liang lahad menjadi makanan cacing dan ulat.


Iringilah dirimu ke masjid sebelum kamu diiringi ke pusara.
Tangisilah dosa-dosamu di dunia kerana tangisan tidak berguna di alam baqa'.
Sucikanlan dirimu sebelum kamu disucikan
Sedarlah kamu sebelum kamu disedarkan
Dengan panggilan Izrail yang menakutkan


Berimanlah kamu sebelum kamu ditalkinkan
Kerana ianya berguna untuk yang tinggal bukan yang pergi


Beristighfarlah kamu sebelum kamu diistighfarkan
Namun ketika itu istighfar tidak menyelamatkan
Ingatlah di mana saja kamu berada kamu tetap memijak di bumi Tuhan
Dan dibumbungi dengan langit Tuhan serta menikmati rezeki Tuhan


Justeru bila Dia menyeru, sambutlah seruan-Nya
Sebelum Dia memanggilmu buat kali yang terakhirnya
Ingatlah kamu dahulu hanya setitis air yang tidak bererti
lalu menjadi segumpal darah
lalu menjadi seketul daging
lalu daging itu membaluti tulang
lalu jadilah kamu insan yang mempunyai erti

Ingatlah asal usulmu yang tidak bernilai itu
Yang kalau jatuh ke tanah ayam tak patuk, itik tak sudu
Tapi Allah mengangkatmu ke suatu mercu yang lebih agung dari malaikat

Lahirmu bukan untuk dunia tapi gunakanlah ia buat melayar bahtera akhirat

Sambutlah seruan "Hayya 'alas Solaah" Dengan penuh rela dan bersedia

Sambutlah seruan "Hayya 'alal Falaah" Jalan kemenangan akhirat dan dunia.

Ingatlah yang kekal ialah amal menjadi bekal sepanjang jalan
Menjadi teman di perjalanan
Guna kembali ke pangkuan tuhan

Pada hari itu tiada berguna harta
Takhta dan putera
Isteri, kad kredit dan kereta
Kondominium, saham dan niaga
Kalau dahi tak mencecah sejadah di dunia.


Sumber : Radio Institut Kefahaman Islam Malaysia (IKIM)

Monday, January 28, 2008

Rintihan Hati


Ada orang menyangka ibadah itu sekadar rukuk dan sujud di tikar sembahyang. Atau mengalunkan ayat-ayat al-Quran dengan penuh khusyuk dan tawadhuk. Atau menggentel biji tasbih dengan berzikir dan bertahmid. Atau sekadar membahagi-bahagikan harta kepada fakir miskin.

Ibadah itu luas pengertiannya. Seluas lautan yang tak bertepi. Ibadah tidak terbatas pada sembahyang sunat berpuluh-puluh rakaat. Ia tidak terbatas pada puasa sunat seperti puasa Nabi Daud; sehari berpuasa sehari berbuka. Pun tidak dikhususkan kepada membayar zakat, menunaikan haji dan sebagainya.

Ibadah adalah pengabdian diri kepada Allah. Dan antara bentuk pengabdian diri yang tidak ketara dan tidakperlu mengeluarkan tenaga ialah ingatan hati dan rintihan hati kepada Allah. Ia merupakan ibadah yangbesar nilainya di sisi Allah. Mudah tetapi tidak ramai yang mampu melakukannya.

Mengingati Allah dikira ibadah kerana ia menandakan seorang hamba itu benar-benar berhati hamba. Hamba yang tak punya apa-apa. Yang sewaktu datang ke dunia,tak membawa walau seurat benang di tubuh. Justeru hati sentiasa ingat kepada Yang Maha Pencipta, sentiasamengharap bantuan-Nya dan sentiasa bergantungkepadaNya. MengingatiNya menimbulkan rasa syukur atas segala nikmat kurniaanNya.

Namun berapa kerat di antara kita yang ingat akan Allah. Ramai yang lalai dan lupa. Dalam sembahyang, fikiran menerawang entah ke mana. Apatah lagi di luarsembahyang. Renungilah sabda kekasihNya dalam sebuahhadis Qudsi yang bermaksud:

“Wahai anak Adam! Jika engkau ingat kepadaKu, Akujuga tetap ingat kepadamu. Dan jika engkau lupakepadaKu, Aku masih ingat terus kepadamu. Apabila engkau taat kepadaKu, maka pergilah ke mana saja yangengkau suka, di tempat engkau mematuhiKu dan Aku mematuhimu, dan engkau mengikhlaskan kecintaanKu kepadamu, kemudian engkau memalingkan diri daripadaKu, sedang Aku tetap mengambil berat terhadapmu. Siapakahyang memberimu makan sewaktu engkau masih janin didalam perut ibumu. Aku tetap menguruskan segalakeperluanmu dengan baik, sehingga terlaksana semua tak dirKu terhadapmu. Apabila Aku lahirkan engkau kealam dunia, engkau lalu membuat maksiat. Bukan beginisewajarnya balasanmu terhadap siapa yang berbuat baik kepadamu.”

Memang wajar kita mengingati Allah yang telah banyakmemberi nikmat kepada kita. Allah yang sentiasa ingatakan kita. Yang terus saja memerhatikan kita. Yang terus mengasihani kita. Yang terus memberi rezeki kepada kita walaupun Dia seringkali diderhakai.

Dengan apa patut kita balas nikmat Allah yang terlalubanyak itu. Ibarat orang yang sedang bercinta,cukuplah asal dikenang atau diingati orang yang dicintai. Begitu juga dengan Allah. Ingatlah Dia kemana kita pergi. Ingat akan Allah bukan semestinya di tikar sembahyang saja. Biar tubuh bersama manusia tetapi hati bersama Allah. Agar setiap detik kita sentiasa dalam ibadah. Rasulullah bersabda yang maksudnya:
“berfikir sesaat itu lebih baik daripadasembahyang sunat seribu rakaat (yang tidak khusyuk).”

Demikian keutamaan bagi orang yang sentiasa berfikir tentang kebesaran Allah. Akal yang berfikir akanmeruntun hati agar sentiasa ingat kepada Allah. Apabila hati selalu mengingatiNya, terasa betapahampirnya Allah dengan kita. Hati akan selalu bermunajat dengan Allah; menginsafi kelemahan diri, lantas mengharap belas kasihan Allah kepada kita yangterlalu banyak berbuat dosa. Hati merintih dan mengharap rahmat Allah yang maha luas itu. Datanglah perasaan betapa hinanya diri yang berasal dari setitik air mani. Tanpa rahmatnya tinggallah kita dalam kehinaan selama-lamanya.

Rintihan hati inilah tanda kita hamba yang tak punyakuasa apa-apa untuk menghalang kudrat dan iradahNya. Tak berupaya menepis Qadak dan QadarNya. Hanya belas kasihan Allah yang diharapkan dapat menjauhkan diridaripada segala bala bencana. Hati yang tidak pernahingat, apalagi merintih kepada Allah, adalah hati seorang tuan.

Adakalanya segaja Allah timpakan ujian yang berat keatas hambaNya. Ketika itu hati si hamba akan merintih walaupun bibir boleh mengukir senyum. Kadang-kadang ujian datang silih berganti; seolah-olah Allah tidak mendengar rintihan hati hambaNya.
Sebenarnya, Allah rindu untuk mendengar rintihan hati si hamba. Tanpa ujian, hati tidak ingat Allah dan iaberasa tenteram, hingga hilanglah rasa kehambaandaripada dalam diri. Lalu kerana itu, Allah datangkanujian silih berganti agar rintihan hati si hamba tidak terputus kepada Tuhannya.

Hukama berkata: “Allah lebih suka mendengar rintihanhamba yang berdosa (termasuk rintihan hati) daripadaseorang abid yang duduk beribadah.”



Demikian tingginya nilai rintihan hati seorang hambadibandingkan dengan ibadah lahir. Ibadah lahir belumtentu melahirkan rasa kehambaan, kerana boleh jadi seorang yang beribadah itu berasa selamat dengan ibadahnya.

Ingatan hati dan rintihan hati seorang insan terhadap Tuhannya datang daripada rasa kehambaan yang tulen.Rasa kehambaan inilah tanda seorang insan telah mendapat nikmat iman yang tinggi nilainya. Tiada sesuatu yang lebih berharga daripada nikmat iman. Beruntunglah mereka yang dianugerahi nikmat ini. hanyahamba-hambaNya yang terpilih saja yang akan dikurniai rasa kehambaan.

Seorang hamba yang hatinya sentiasa ingat dan merintihkepada Allah tidak bangga dengan nikmat, tidak gelisahdengan bala, tidak rasa tenang dengan pujian, dantidak menderita dengan kejian. Hati sentiasa merasaserba kekurangan dan amat memerlukan Allah dalam semuakeadaan. Inilah yang dikatakan hati yang hidup, yangsentiasa dalam beribadah. Apatah lagi jika ditambahdengan banyaknya ibadah lahir seperti sembahyang,puasa, sedekah dan sebagainya; makin tinggilah darjat si hamba di sisi Khaliqnya.








Sumber www.raudhah.com